Macam-Macam Gangguan dlm Shalat & Cara Mengatasinya

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang adab dalam shalat, dimana ummat sering lupa terhadap jumlah rakaat dalam shalatnya. Kali ini kita akan membahas pada shalat munfarid atau perseorangan. Saat mengerjakan shalat sendirian, terkadang tiba-tiba kita lupa hitungan rakaat, dari situ timbulah keragu-raguan sehingga mengganggu kekhusuan dalam shalat. Sebagian ummat muslim masih belum paham bagaimana cara menyikapinya; apakah harus mulai dari awal atau diteruskan saja.

macam macam gangguan dalam shalat

Rasulullah bersabda: “Apabila kalian ragu di dalam shalatnya, sehingga tidak mengetahui berapa (rakaatkah) dia telah shalat, apakah tiga ataukah empat, maka (hendaknyalah) dia membuang keraguannya, dan hendaklah dia mengambil keputusan atas apa yang dia yakini, lalu kemudian nanti dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka kami genapkan shalat itu baginya, dan jika ternyata dia shalat empat (rakaat), maka kedua sujud tersebut sebagai hinaan untuk setan.” (HR. Muslim)

Bertumpu pada hadits tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa saat seseorang lupa jumlah rakaatnya, maka ia harus membuang keragu-raguannya dan memutuskan apa yang ia yakini. jadi, jika anda tidak yakin sedang berada dalam rakaat berapa, sgera ambil keputusan apakah akan mengakhiri atau menambah rakaat lagi. Kemudian yang perlu dilakukan ialah sujud syahwi sebelum melakukan salam.

Pertanyaan Lain Perihal Gangguan Shalat

Apa yang harus dilakukan ketika kita sedang shalat ada tamu datang dan memberi salam?

Nah, kejadian ini juga sering dialami oleh anda. Lalu langkah apakah yang harus anda lakukan? Apakah menjawab salamnya atau tetap khusuk dalam shalat kemudian menjawab salamnya sesudah shalat selesai? Dalam kondisi ini tidak perlu membatalkan sholat, lalu menjawab salam. Yang perlu dilakukan adalah tetap melanjutkan shalatnya tanpa menjawabnya. Nanti jika selesai shalat, sementara tamunya masih berada di depan rumah, maka ia baru menjawabnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan mengajarkan dengan isyarat gerakan jari tangan sekalipun tamunya tidak melihat.

Beberapa riwayat hadits menerangkan keadaan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diantaranya adalah hadits riwayat Abu Dawud. Dari Suhaib ra, ia berkata:

“Suatu ketika aku melewati Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sedang shalat, lalu aku ucapkan salam kepadanya, beliau hanya menjawab salamku dengan isyarat, dengan jari-jari beliau.” (HR. Abu Dawud)

Dalam banyak riwayat sebuah hadits disebutkan beberapa orang sahabat nabi pernah mengucapkan salam kepada beliau ketika dalam shalat. Sehingga para ulama menyimpulkan bahwa boleh mengucapkan salam kepada orang yang shalat. Namun sangat penting untuk diingat apabila dengan ucapan salam itu membuat orang yang sedang sehalat menjadi terganggu kekhusyuannya, maka lebih baik menunda mengucapkan salam kepadanya sampai shalatnya selesai.

Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa mematikan handphone saat shalat berjamaah di masjid dan berdering keras sehingga mengganggu jamaah lain?

Hal ini juga menjadi kebiasaan buruk banyak orang dan perlu mendapat perhatian khusus. Setiap jamaah memang diwajibkan untuk menjaga kekhusuan dalam shalat dan tidak mengganggu orang lain. Apabila sudah terlanjur terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Keputusan yang paling benar ialah segera mematikan HP tersebut tanpa harus membatalkan shalatnya. Gerakan ini termasuk dalam geraan mendesak dan tidak membatalkan shalat (sesuai dengan ksepakatan ulama).

Comments

comments