Imam Lupa Jumlah Rakaat; Apa yg Harus Makmum Lakukan?

Mungkin karena kurang khusyuk atau karena terlalu khusyuk seorang imam sholat, lupa dengan rakaat shalatnya. Dalam kondisi demikian apa yang harus dilakukan makmum? Bolehkah ia mengingatkan imam? Jika boleh bagaimana cara mengingatkan imam? Imam yang lupa dengan jumlah rakaatnya itu wajar, karena memang setan selalu mengganggu kekhusyukan shalat seseorang.

imam lupa jumlah rakaat shalat

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat Bukhari Muslim bersabda:

“Setan datang kembali, sehingga ia membisikkan antara seseorang dengan jiwanya, dia berkata: ‘Ingatlah ini, Ingatlah ini!’ urusan yang belum pernah ia ingat sebelumnya, sehingga akhirnya orang tersebut menjadi tidak tahu berapa rakaatkah dia shalat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam kondisi ini, seorang makmum boleh menegurnya atau mengingatkannya. Bagaimana caranya? Jika makmumnya laki-laki, caranya dengan mengucapkan tasbih ‘Subhanallah’. Makmum perempuan juga boleh menegur Imam, namun tidak boleh dengan ucapan, tapi boleh dengan tepukan tangan. Tata cara inilah yang di ajarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya:

“Membaca tasbih untuk makmum laki-laki dan tasfir atau menepuk tangan untuk kaum wanita.”

Akan tetapi jika Imam tidak menghiraukan teguran makmum karena berkeyakinan dirinya tidak lupa, maka ulama fiqh memberi 2 pilihan yang boleh dilakukan oleh makmum, antara menunggu atau ikut bersama imam. Makmum boleh menunggu, dalam artian makmum tetap duduk dalam rakaat terakhir dan membiarkan imam melanjutkan satu rakaat yang lebih tersebut, kemudian ikut salam bersama dengan imam. Atau boleh juga makmum mengikuti imam dalam satu rakaat yang lebih tersebut namun harus disertai keyakinan bahwa satu rakaat tersebut adalah bagian yang lebih dari imam dan selanjutnya nanti ia melakukan salam bersama dengan imam.

Dua pilihan tersebut boleh sama-sama dilakukan oleh makmum tapi yang lebih baik makmum hendaknya tetap mengikuti imam dalam rakaat lebih tersebut. Seperti inilah yang dilakukan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta sahabatnya, seperti dalam riwayat Al-Bukhari, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat dzuhur 5 rakaat. Para sahabat ketika itu mengikuti nabi dan mereka tidak diperintahkan agar menunggu duduk. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya seorang imam (shalat) ditunjuk agar dia diikuti, bila imam bertakbir, maka bertakbirlah kalian, dan jika imam rukuk, maka rukuklah kalian, dan jika imam sujud, sujudlah, dan jika imam shalat berdiri maka berdirilah kalian.” (HR. Bukhari – Muslim)

Comments

comments